alhamdulillah Akhirnya Terbit
Author: zie
9 Comments
Banyak yang Gentayangan di Kamarku
Author: zie
“Zie, kamarmu bikin teman-teman satu kos heboh!” kata Fika. Ada apa dengan kamarku? Perasaan tadi ketika kutinggal baik-baik saja. Segera kulangkahkan kaki memasuki markas kecil penuh kenangan itu.
Perlahan kubuka pintu, mendadak bulu kudukku berdiri. Mataku tak mampu menyapu ruangan, semua serba gelap, ups, ada sedikit cahaya bulan ding. Kulongokan kepala, tanganku meraba letak saklar. Sebelum tangan ini menyentuh saklar, ada bau aneh menyergap bulu hidungku. Kunyalakan lampu dan…
Surprise! Kamarku lebih berantakan daripada sebelum kutinggal. Dasar! Siapa yang berani melakukan ini padaku!
Tapi… di balik brantakannya kamarku, ada hal yang lebih penting lagi! Teman-teman baruku tergeletak lemas! Duh…belum ada dua puluh empat jam aku meninggalkanmu, tapi mengapa kau sudah tergeletak tak berdaya, meninggalkan aku untuk selamanya? Tega kamu ya…
Sambil terus memperhatikan mereka satu persatu, menyebut namanya, kuusap air mata di pipi. Agak kecewa juga, mengapa mereka tega melakukan ini padaku. Kurang perhatian apa coba? Kau butuh teman, kucarikan. Kau butuh tempat yang lebih nyaman, kusediakan. Akupun sudah membelikan oksigen, kau tahu betapa khuatirnya aku jika kau kekurangan oksigen. Kau ingin ada tanaman di kamar kita, itu juga sudah kubelikan, dan sekarang? tanpa sepatah kata kau meninggalkanku sendirian. Mengapa?
Dengan berat hati, malam itu, masih dengan kondisi capek.. untuk terakhir kalinya aku menghormati arwahmu.Sendirian! Tidak ada yang berani mendekat, kondisimu begitu tragis, penuh darah dan bau menyengat! Sebenarnya aku juga tidak tahan, tapi bagaimana lagi…
Sendirian aku harus naik turun tangga, mencarikan tempat yang tepat, meletakanmu ke tempat yang lebih nyaman… semoga Allah menerima amal baikmu dan mengampuni dosa-dosa-Mu. Amin…
Murti, Haris, Diky, Desy, Bedy, dan Donna cs…aku sangat kehilangan kalian… pertama kali kalian tinggal di kamarku… aku sangat senang sekali, akhirnya aku punya teman satu kamar. Kau tahu.. selama ini aku kesepian. Namun, belum ada 48 jam kalian menemaniku.. sekarang kalian meninggalkanku. Meninggalkan Novi, Rangga, Koko, Dodo, Dede, dan Didi… hiks…
Ikan Koi, ikan Australia, red fish dan blue fish.. mengapa yang mahal-mahal yang mati duluan? Hiks… padahal kalian belum kuberitahukan dosen, kalian belum dinilai! Hiks.. terus aku harus buat media apalagi?
Akhirnya Aku Jatuh Cinta!
Author: zie

Akhirnya aku merasakan rasa ini. Rasa yang telah lama kutunggu-tunggu...getaran serba aneh yang tak bisa kupungkiri... kalau itu bernama cinta! Rasa ini muncul sejak aku melihat wajah hitam manisnya.
Lelaki pendiam nan santun walaupun lingkungannya jauh dari itu. Lelaki yang aku tahu dia sangat cerdas, walau nasib mengatakan lain.
Lelaki yang di depannya aku bisa menteskan air mata, cermin di saat aku merasakan kebekuan melanda hati.
Lelaki yang bila aku tidak menemuinya...diri ini begitu rindu, merasa bersalah dan ingin segera bertemu. Walau kadang karena sibuk, aku tidak bisa menemuinya..namun dia tetap datang dan dengan sabar menunggu kehadiranku. Mendengarkan celotehku... selalu tersenyum dan menganggukkan kepala. Tak banyak yang kutahu tentangnya... tapi pertemuan kami yang hanya sekali itu, mampu membuatku berani mengambil keputusan.
Kalau aku tertarik padanya. Anganku memuncak, khayalanku mengembara membayangkan.. seandainya saja aku bisa hidup mapan sendiri. Diri ini pasti akan memilihmu... lelaki dua belas tahun yang belum pernah merasakan bangku sekolah.. untuk menjadi anak angkatku.
Lelaki yang membuatku terpana karena dalam waktu yang singkat bisa menghapal huruf dan menuliskannya. Sempat aku tak percaya, ketika kutahu kau tak tahu alunan abjad dari A sampai Z di usiamu yang sudah dua belas ini. Lelaki cerdas yang dalam hitungan menit mampu mengeja huruf hingga menjadi kata. Lelakiku... sungguh... seandainya saja... ah.. kau membuatku banyak meneteskan air mata. Robb, akankah mimpiku terwujud... sungguh aku mencintainya karena-Mu. Yang membuatku merasa sangat bersalah adalah... aku tak punya banyak waktu untuk menemanimu..
Habibi...sebenarnya aku ingin! Ingin sekali.. tapi entah mengapa... selalu ada saja halangan... Habibi... ketegaranmu mengarungi hidup... membuatku sadar dan malu... begitu jauh diri ini bila dibandingkan kesabaranmu. Bibirmu yang selalu berhias senyum membuatku selalu terpana akan kisah hidupmu... Semoga kau menjadi anak yang berguna bagi agama, keluargamu, lingkungan, dan kota tercinta ini. Ehm... buat teman-teman yang merasa peduli terhadap teman-teman kecilku (anak-anak jalanan kota Malang...) bisa ikut bantu-bantu... dalam bentuk apapun deh... makasih sebelumnya.
4 Agustus: Hari Bersejarah Buat Laptoku
Author: zie
4 Agustus..ya 4 Agustus... hari itu aku mengalami syok berat! laptop biru kesayanganku diserang virus! ndak tanggung2.. sekitar 6000 virus...
7 antivirus nggak ada yang mau masuk ke mesin imut ini. banyak jam kuhabiskan untuk download antivir..tapi tetap ndak bisa!
hingga akhirnya.. alhamdulillah aku bertemu mbak Tutik dengan AVG-nya...
"Semoga, kali ini bisa..."
alhamdulillah.. masuk!
siip..dah..
tinggal updates saja..
banyak yang memperkirakan kalau laptopku harus diinstal ulang.. tapi lahmadulillah tidak..
tak bisa kubayangkan kalau harus instal ulang! ribuan data penting alamat hilang...
Robb.. makasih untuk semuanya...
Episode Anak Jalanan: Akhirnya Mereka Sekolah
Author: zie

Assalam,wr.wb. kmrn ada 5 anak yg minta sekolah, yg satu umur 12 tahu kena polio dan yang 4, umur 7,11,13,12. Mereka kerjaanya pemulung dan ngamen. Mbak punya saran nggak?” sebuah SMS yang kuterima saat tengah-tengah mengikuti PIMNAS.
Dek,, maafkan mbak.. mbak harus meningglkan kalian satu minggu ini...
“Ok, disekolahkan saja.. antum coba hubungi kepala Diknas.. masalah uang nanti kita cari bareng2” kurang lebih begitu isi SMSku. Alhamdulillah sekitar 25 anak jalanan, berhasi kami masukkan sekolah (Terimakasih Robb, terimakasih para donatur..).. dan sekarang beberapa temannya juga ingin.. alhamdulillah kesadaran akan pentingnya menuntut ilmu.. mulai tertanam pada benak mereka...
Sebuah SMS lagi..
“Assalam,wr.wb.mbak ini ada yg sakit kena cikungunya,dan mau ngamar gmana,soalnya saya nggak ada uang,ada 100rb buat seragamnya ari besok,gmana mbak?”
Robb.. apalagi ini.. masalah adik-adik yang mau sekolah belum beres.. sekarang kami harus dihadapkan pada penyakit yang memilukan ini... ah.. semoga kami bisa melampaui cobaan ini..
“Dibawa ke rumah sakit dulu.. yang penting sehat.. masalah uang. insyaAllah ada.. walau masih kurang.. ya nanti muter2 lagi cari dana...” jawabku (kurang lebih).
Jujur.. kami benar2 bingung mau cari dimana.. beberapa lembaga ZIS sudah kami datangi.. tapi tak banyak yang memberikan respon.. ini karena ternyata mereka sudah punya program bantuan yang telah ditetapkan.. jadi kalau untuk dadakan kurang bisa...
Terus kami minta siapa lagi..
Tapi alhamdulillah ada beberapa kenalan dan yang tidak kenal..(lho kok?) yang ikut membantu..
“Kadang saya heran dengan teman-teman di lembaga ZIS, buat apa ada lembaga ZIS kalau pas dimintai bantuan tidak mau bantu? Mengapa mereka berebut donatur, bukan berebut orang-orang yang butuh bantuan...?” ujar pak Dian, dari Indosat Malang.. ya itulah pak yang saya bingungkan... insyaAllah kami coba mendatangi mereka lagi...
Bantuan teman-teman sangat kami harapkan... semoga kita bisa berbagi dengan mereka yang belum seberuntung kita...
Ingat ada bagian dari harta kita yang merupakan hak mereka...
Bantuan dapat ditransfer melalui rekening Bank Muamalat atas nama Fauziah Rachmawati no. Rekening 601923 914 1312199
PIMNAS...akhirnya aku bisa merengkuhmu
Author: zie
Alhamdulillah...subhanallah... berulang kali kuucapkan bait-bait syukur pada-Nya... keputusan yang sulit kuduga sebelumnya.
KKTMku lolos wilayah C, insyaAllah pertengahan Juli ikut PIMNAS (mohon doanya). Hal yang kadang kusesalkan adalah...selisih skor kami dengan yang juara satu hanya 1,7.
Ehm...tapi setelah dipikir-pikir..nggak masalah deh... yang penting kami bisa ikut PIMNAS dan berusaha lagi... Tapi...PIMNAS...sepertinya ini terlalu besar! Ada UI, ITB, IPB, UGM perguruan tinggi ternama lainnya...hiks...”PD zie!” kata teman-teman...
InsyaAllah.. Allah pasti punya rencana lain dibalik dikirimnya kami ke PIMNAS... Terimakasih Robb, terimakasih atas semua nikmat yang Kau berikan kepada kami. Semoga ilmu kami dapat lebih bermanfaat...tidak hanya di dunia tapi juga bisa menjadi bekal kami di akhirat. Amin...
"...janganlah salah memberi cinta, jangan kau terpesona oleh keindahan lahiriah. Mawar hanya merekah di musim semi, begitu tiba musim gugur, mawar kan mengggugurkan kelopaknya, ia kan menertawakan cintamu..."
Robb, please keep my heart-
"Ich bin nicht allein, denn Allah ist mit mir immer. Allah ist der Beschützer der Gläubigen (Saya tidak sendirian karena Allah selalu menyertai saya. Allah adalah pelindung orang-orang beriman)."








